Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

May Day 2026, Prabowo Sebut Buruh Jadi Kekuatan Kemenangannya

1 Mei 2026

Di Balik Kesenyapanya, Sriyanti Nurfadhillah: Pendidik Muda Multiperan

23 Apr 2026

Profil Richard Mundzir: Aktif di Media, Lolos Riset Mahasiswa 2026

21 Apr 2026
1 2 3 … 811 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

    12 Apr 2026

    Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

    11 Apr 2026

    Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

    9 Apr 2026

    Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

    9 Apr 2026

    Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

    8 Apr 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

India Bujuk Negara G20 Naikkan Pajak Perusahaan Multinasional

Perusahaan dengan pendapatan tahunan lebih dari 20 miliar euro dianggap menghasilkan laba berlebih
Politik Intan WardahIntan Wardah16 Jul 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
India
Ilustrasi. India, Sebagai Ketua G20 Tahun Ini (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – India, sebagai ketua G20 tahun ini, berencana untuk mendorong negara-negara anggota G20 untuk mendukung usulannya dalam menaikkan pajak yang dibayarkan oleh perusahaan multinasional. Proposal India ini bertujuan untuk memastikan bahwa negara tersebut mendapatkan hak pajak atas kelebihan laba perusahaan multinasional yang beroperasi di wilayah mereka.

Saran India ini telah disampaikan kepada Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dan rencananya akan didiskusikan dalam pertemuan G20 pada 17-18 Juli mendatang. Meskipun belum ada rincian konkret tentang jumlah pajak yang ingin ditingkatkan oleh India, negara tersebut ingin peningkatan tersebut signifikan dan dikenakan di negara-negara tempat perusahaan multinasional beroperasi.

Anggota G20 Tertarik Proposal Pajak India

Proposal ini bisa menjadi perhatian bagi anggota G20 lainnya, seperti Australia dan Jepang, yang berharap pertemuan G20 di Gujarat akan mencapai kemajuan dalam perombakan perpajakan perusahaan global. Lebih dari 140 negara berencana untuk menerapkan kesepakatan 2021 yang telah disusun oleh OECD untuk merombak aturan lama tentang bagaimana perusahaan multinasional dikenai pajak.

Aturan saat ini dianggap ketinggalan zaman karena perusahaan besar dapat memanfaatkan pajak rendah di beberapa negara.Kesepakatan 2021 yang didorong oleh Amerika Serikat (AS) akan memungut pajak minimal 15% untuk perusahaan global besar dan pajak tambahan 25% untuk “laba berlebih” yang didefinisikan oleh OECD.

Kekhawatiran Negara Tentang Perombakan Pajak

Perusahaan dengan pendapatan tahunan lebih dari 20 miliar euro dianggap menghasilkan laba berlebih jika laba melebihi pertumbuhan tahunan 10%. Biaya tambahan 25% dari keuntungan berlebih ini akan didistribusikan di antara negara-negara.

Namun, beberapa negara memiliki kekhawatiran tentang perjanjian multilateral yang menjadi dasar dari rencana tersebut, sehingga perombakan tersebut berisiko gagal. India, sebagai negara tuan rumah G20, juga berencana untuk mengusulkan agar pemotongan pajak dipisahkan dari prinsip pajak atas keuntungan berlebih.

India: Perjuangan Meningkatkan Bagian Pajak

Saat ini, aturan menyatakan bahwa negara mengimbangi bagian pajak mereka dengan pajak pemotongan yang mereka kumpulkan.Penting bagi India untuk mendapatkan bagian pajak yang lebih besar dari perusahaan multinasional yang berbisnis di pasar tempat mereka beroperasi.

Negara ini adalah salah satu pasar konsumen terbesar dan diperkirakan akan memiliki pertumbuhan pendapatan rata-rata yang signifikan dalam beberapa dekade mendatang.Pertemuan G20 di Gujarat akan menjadi kesempatan bagi India untuk memperjuangkan proposalnya dan membahas perombakan perpajakan perusahaan global secara luas.

Namun, akan menarik untuk melihat bagaimana negara-negara anggota G20 lainnya akan merespons dan apakah kesepakatan akhir dapat dicapai dalam upaya untuk meningkatkan keadilan pajak dan mengatasi isu-isu yang berkaitan dengan perpajakan perusahaan multinasional.

Silakan Bekomentar
G20 India OECD
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

Berita Terkini

May Day 2026, Prabowo Sebut Buruh Jadi Kekuatan Kemenangannya

AisyahAisyah1 Mei 2026 Nasional

PKS Tasikmalaya Mulai Konsolidasi Dini, Siapkan Mesin Politik hingga Tingkat RW

19 Apr 2026

Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun

17 Apr 2026

Program MBG di Tasikmalaya Diperkuat, Bupati Tekankan Kepatuhan dan Efektivitas

16 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Di Balik Kesenyapanya, Sriyanti Nurfadhillah: Pendidik Muda Multiperan

23 Apr 2026

Profil Richard Mundzir: Aktif di Media, Lolos Riset Mahasiswa 2026

21 Apr 2026

Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

12 Apr 2026

Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

11 Apr 2026

Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

9 Apr 2026

Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

9 Apr 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.