Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Di Balik Kesenyapanya, Sriyanti Nurfadhillah: Pendidik Muda Multiperan

23 Apr 2026

Profil Richard Mundzir: Aktif di Media, Lolos Riset Mahasiswa 2026

21 Apr 2026

PKS Tasikmalaya Mulai Konsolidasi Dini, Siapkan Mesin Politik hingga Tingkat RW

19 Apr 2026
1 2 3 … 811 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

    12 Apr 2026

    Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

    11 Apr 2026

    Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

    9 Apr 2026

    Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

    9 Apr 2026

    Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

    8 Apr 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

PKE UKM, Indonesia Eximbank Membuka Peluang Ekspor bagi Usaha Kecil Menengah

LPEI Dukung Pengembangan Pasar Ekspor dengan Pinjaman Hingga Rp 15 Miliar dan Suku Bunga 6%
Ekonomi Jaen RohmanJaen Rohman20 Des 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Indonesia Eximbank
Mitra LPEI di Yogyakarta (.Inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Yogyakarta – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), yang juga dikenal sebagai Indonesia Eximbank, telah bersumpah untuk mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam mengakses pasar ekspor. Melalui program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) untuk Usaha Kecil Menengah (PKE UKM), lembaga ini, yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), saat ini memberikan pinjaman hingga Rp 15 miliar dengan suku bunga 6%.

“Ini kelanjutan KUR (Kredit Usaha Rakyat), skemanya sama persis,” kata Kepala Divisi Penugasan Khusus LPEI Wahyu Bagus Yuliantok kepada wartawan dikutip Rabu (20/12/2023).

“Pricing-nya 6%. Diberikan kelonggaran collateral (agunan fisik) 30% dari total limit (kredit). Yang membedakan, limit pelaku usahanya. Kalau KUR 500 juta, sementara PKE UKM ini bisa sampai 15 miliar tapi orientasinya harus ekspor,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan awalnya pemerintah melihat dominasi usaha besar dan korporasi terhadap total eksportir RI. Dikatakannya, ada total 12.000 eksportir namun pelaku UKM belum terlalu banyak.

“Negara mencoba hadir membantu pelaku usaha (kecil) yang orientasinya ekspor, yang orientasinya itu bisa meningkatkan devisa negara melalui LPEI,” ujarnya.

Meski begitu ada sejumlah kriteria penerima pinjaman PKE UKM. Salah satunya minimal sudah melakukan ekspor selama dua tahun dengan catatan bankable.

“Karena kita ketahui nggak semua UKM itu survive. Program ini mendorong yang survive itu menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.

Limit pun, lanjut Wahyu, akan dilihat dari kapasitas UKM itu sendiri. Sejauh ini, PKE UKM sudah disalurkan ke 200 pelaku dengan rata-rata pembiayaan yang diberikan Rp 5-6 miliar, mengingat kebanyakan memiliki omzet di bawah Rp 50 miliar.

“Kita juga lihat prospek usaha ke depan, evaluasi, skoring… laporan keuangannya seperti apa,” ujar Wahyu lagi.

“Kita juga melihat kontrak-kontrak yang mereka jalankan. Dari situlah kita lihat kebutuhannya,” tambahnya.

Usaha LPEI dalam Menjangkau Seluruh Tempat

Untuk menjangkau LPEI, saat ini lembaga itu memiliki delapan kantor yang tersebar di Jakarta ,Medan, Batam, Solo, Balikpapan, Surabaya, Denpasar dan Makasar. Meski begitu LPEI berkolaborasi dengan organ Kementerian Keuangan lain, termasuk Pojok SMV (Special Mission Vehicle, dengan pemerintah daerah, kementerian lain serta Bank Pembangunan Daerah (BPD).

“Selebihnya saat ini kita juga sedang siapkan bagaimana nanti UKM ini juga bisa mengakses program ini dan diproses secara digital,” ujarnya.

Perlu diketahui sumber dana PKE adalah Penyertaan Modal Negera (PMN). Total dana yang dikelola PKE sejak 2016-2023 adalah Rp 8,7 triliun.

Dana ini sudah dialokasi ke tujuh program. Bukan cuma PKE UKM, tapi juga PKE Kawasan Afrika, Timur Tengah dan Asia Selatan, PKE Trade Finance, PKE Alat Transportasi, PKE Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, PKE Pariwisata KEK Mandalika dan PKE Destinasi Pariwisaa Superioritas.

Hingga 30 November 2023, total akumulasi disbursement PKE telah mencapai Rp 12,96 triliun. Ini untuk mendukung 80 produk ekspor ke 100 negara tujuan.

Silakan Bekomentar
Indonesia Eximbank LPEI PKE UKM
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Pemerintah Pantau Dampak Krisis Venezuela terhadap Minyak Dunia

Prabowo Gunakan Dana Korupsi dan Efisiensi untuk Bayar Whoosh

Menaker Wanti-wanti Program Magang Nasional Tak Jadi Ajang Eksploitasi

Berita Terkini

PKS Tasikmalaya Mulai Konsolidasi Dini, Siapkan Mesin Politik hingga Tingkat RW

Ira Nur AjijahIra Nur Ajijah19 Apr 2026 Daerah

Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun

17 Apr 2026

Program MBG di Tasikmalaya Diperkuat, Bupati Tekankan Kepatuhan dan Efektivitas

16 Apr 2026

Tasikmalaya Lepas 1.348 Calhaj dalam Empat Kloter

16 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Di Balik Kesenyapanya, Sriyanti Nurfadhillah: Pendidik Muda Multiperan

23 Apr 2026

Profil Richard Mundzir: Aktif di Media, Lolos Riset Mahasiswa 2026

21 Apr 2026

Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

12 Apr 2026

Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

11 Apr 2026

Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

9 Apr 2026

Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

9 Apr 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.