Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Di Balik Kesenyapanya, Sriyanti Nurfadhillah: Pendidik Muda Multiperan

23 Apr 2026

Profil Richard Mundzir: Aktif di Media, Lolos Riset Mahasiswa 2026

21 Apr 2026

PKS Tasikmalaya Mulai Konsolidasi Dini, Siapkan Mesin Politik hingga Tingkat RW

19 Apr 2026
1 2 3 … 811 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

    12 Apr 2026

    Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

    11 Apr 2026

    Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

    9 Apr 2026

    Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

    9 Apr 2026

    Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

    8 Apr 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Media China Guncang Joe Biden? Terungkap Fakta Menarik!

Kraskova mengungkapkan bahwa di 9 negara Eropa Tengah dan Timur, media China seperti CRI dan Xinhua telah menyebarkan propaganda yang bersifat anti-Barat
Global Intan WardahIntan Wardah23 Jul 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Media China
Xi Jinping bersama Joe Biden (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Media China sedang diduga menyebarkan propaganda pro-Rusia di berbagai negara di Eropa dan mencemarkan citra pemerintahan Joe Biden. Salah satu strateginya adalah dengan memperkuat sentimen benci dan ketidakpercayaan terhadap pengungsi Ukraina serta menyebarkan pesan yang menentang NATO.

Menurut laporan dari Dailymail, stasiun radio yang berafiliasi dengan pemerintah China diduga menyebarkan pesan pro-Kremlin terkait perang Ukraina, sebagai respons terhadap penutupan saluran media Rusia oleh pemerintah Eropa. Penasihat Khusus dari Komisi Eropa, Ivana Karaskova, telah mengawasi penyebaran propaganda China di wilayah Eropa Tengah dan Timur.

Propaganda Anti-NATO dari CRI

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangan yang diberikan, disebutkan bahwa China Radio International (CRI), yang merupakan platform media yang terkait dengan Partai Komunis China (PKC), telah secara berulang kali menyiarkan berita yang menggambarkan NATO sebagai ‘Voldemort’, karakter jahat dalam novel legendaris Harry Potter.

Stasiun radio ini menjangkau 44 negara, termasuk Inggris, dengan pesan-pesan yang menciptakan asosiasi negatif terhadap NATO.

Propaganda China Menyalahkan AS-NATO

Makalah pengarahan yang didanai oleh Uni Eropa telah menerbitkan hasil investigasi Karaskova. Laporan tersebut menemukan bahwa media China menggambarkan AS dan NATO sebagai kekuatan destabilisasi di kawasan Eropa Tengah dan Timur.

Hasil investigasi ini menyoroti narasi yang disebarkan oleh media China yang mencoba mencitrakan AS dan NATO dalam cahaya negatif sebagai pihak yang menyebabkan ketidakstabilan di wilayah tersebut.

Kraskova mengungkapkan bahwa di 9 negara Eropa Tengah dan Timur, media China seperti CRI dan Xinhua telah menyebarkan propaganda yang bersifat anti-Barat. Propaganda ini menyalahkan AS dan NATO atas perang di Ukraina, dengan fokus utama pada Polandia yang menjadi ‘rumah’ bagi lebih dari 1,5 juta pengungsi Ukraina.

Kedutaan China Sebar Propaganda Anti-Pengungsi

Di Slovakia, kedutaan besar China telah memposting pesan online yang menyoroti ‘standar ganda’ yang diterapkan oleh AS dan NATO. Mereka menyatakan bahwa Barat memperlakukan pengungsi Ukraina dengan baik, sementara pengungsi dari Timur Tengah atau Amerika Selatan diperlakukan dengan cara yang berbeda atau lebih buruk.

Karaskova menyatakan bahwa pesan kebencian yang disebarkan oleh China telah menyebabkan kelompok-kelompok ekstremis sayap kanan (Far-Right) melancarkan kampanye melawan pengungsi Ukraina.

“China bersekutu dengan Rusia dalam narasi mengenai penyebab perang di Ukraina segera setelah invasi Rusia. Saya merasa ini mengkhawatirkan. Pemerintah Eropa harus lebih memperhatikan ruang gerak China yang beroperasi di ruang media Eropa,” kata ungkapnya.

Silakan Bekomentar
CRI Dailymail Media China Nato Partai Komunis China
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Prabowo Soroti Kerugian Judi Online, Capai Rp134 Triliun

PBB Kecam Dunia Bungkam atas Kekejaman terhadap Perempuan Gaza

Indonesia Tampil di PBB, Zulhas: Siap Jadi Solusi Pangan Dunia

Berita Terkini

PKS Tasikmalaya Mulai Konsolidasi Dini, Siapkan Mesin Politik hingga Tingkat RW

Ira Nur AjijahIra Nur Ajijah19 Apr 2026 Daerah

Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun

17 Apr 2026

Program MBG di Tasikmalaya Diperkuat, Bupati Tekankan Kepatuhan dan Efektivitas

16 Apr 2026

Tasikmalaya Lepas 1.348 Calhaj dalam Empat Kloter

16 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Di Balik Kesenyapanya, Sriyanti Nurfadhillah: Pendidik Muda Multiperan

23 Apr 2026

Profil Richard Mundzir: Aktif di Media, Lolos Riset Mahasiswa 2026

21 Apr 2026

Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

12 Apr 2026

Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

11 Apr 2026

Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

9 Apr 2026

Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

9 Apr 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.